1. Memiliki bentuk tulisan yang padat, singkat dan lebih pendek
dibandingkan dengan novel.
2. Tulisannya kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.
3. Sumber cerita berasal dari kehidupan sehari-hari, baik itu pengalaman
pribadi maupun pengalaman orang lain.
4. Penokohannya begitu sederhana, singkat serta tak mendalam.
5. Tidak melukiskan seluruh kehidupan pelaku karena mengangkat masalah
tunggal saja.
6. Tokoh dilukiskan mengalami konflik hingga dengan penyelesaian konflik
tersebut.
7. Cerpen habis dibaca sekali duduk dan hanya mengisahkan sesuatu yang
berarti bagi si pelaku.
8. Penggunaan kata sangat ekonomis dan mudah untuk dikenal oleh masyarakat.
9. Meninggalkan kesan yang mendalam dan efek terhadap perasaan pembaca.
10. Menceritakan satu kejadian dari terjadinya perkembangan jiwa dan krisis,
namun tak sampai menimbulkan perubahan nasib.
11. Memiliki alur tunggal dan lurus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar